12 November - Iman Abraham

  Hello!

Saya akan menterjemahkan salah satu blog yang dinulis dalam ReformedChildren Inggris satu minggu setelah pos tentang Menara Babel: yaitu tentang Iman yang Abraham dimiliki.

Kejadian 12 adalah pasal pertama di antara bagian kedua Buku Kejadian. Itu sedikit susah until dipahami, dan saya akan menjelaskan lebih dalam. Kejadian bisa dibagi ke dua bagian besar: (1) Kejadian 1 sampai 11 dan (2) Kejadian 12 sampai  Kejadian 50.

Di dalam bagian pertama, ada beberapa ide-ide yang ulang ulang beberapa kali. Ada kontras jelas di antara orang yang taat sama Tuhan dan ada orang yang tidak di dalam pasal 1-11. Ada orang jahat (Kain, Ham, pembangun Menara Babel) dan orang yang bagus dan bijaksana (Habel, Set, Nuh)

The first part we have discussed in the past few weeks and there are some repetitive ideas. There is a contrast between godly and ungodly people in the first eleven chapters. There are ungodly people Di dalam pasal tersebut, berulang ulang kali ada  ketidakpatuhan kepada Tuhan. Mereka tidak mengikuti perintah Tuhan, dan mereka semua ke timur. Di dalam Kejadian 3:24, Kejadian 4:16, dan juga kisah Menara Babel, orang pergi ke timur.

Kenapa timur itu penting? Pergi ke timur tidak tentu adalah berdosa, tetapi ada sebuah perbandingan dengan arah timur ini yang bisa menjelaskan hal penting. Dalam Kejadian 12-50, Musa menulis tentang orang yang saleh, walaupun masih ada orang jahat.

Kejadian 12 tentang panggilan Abraham. Abraham (sebelumnya Abram) tinggal di kota besar bernama Ur, kota yang besar dan mempunyai banyak orang cerdas dan menjadi orang pintar dalam sains dan teknologi. Tetapi, orang di dalam kota Ur menyembah kepada idola dan berhala.

Tuhan berkata kepada Abraham bahwa Tuhan akan menujukkan tempat untuk Abraham jikalau dia meninggalkan Ur dan mengikuti Dia. Pada zaman itu, tanah dan tempat kamu tinggal adalah hal penting dan meninggalkannya adalah meninggalkan identitasmu. Tuhan meminta dia untuk meninggalkan tanah, keluarga, dan negara dia untuk pergi ke wilayah yang tidak dikenal samanya. Abraham perlu banyak iman dalam Tuhan untuk mengikuti Dia, tetapi dia setuju dan meninggalkan Ur.

Tuhan memberikan Abraham janji-janji. Pertama, keturunannya akan menjadi bangsa hebat. Kedua, dia akan diberkati oleh Tuhan dan orang yang memberkati dia akan diberkati. Orang yang mengutuk dia akan dikutuk, dan melalui dia Tuhan akan memberkati semua bangsa. Abraham pergi dari Ur sampai Harran, dan dari Harran ke tanah Canaan.

Tetapi, Abraham punya ujian iman lain. Tuhan janji kepadanya bahwa keturunan dia akan menjadi bangsa yang hebat dan mempunyai banyak keturunan. Namun, dia sudah tua dan belum ada anak. Iman dia bergoncang dan dia pikir mungkin keturunannya melalui anak lain yaitu Ishmael atau hambanya Eliezer. Tetapi, ketika dia sudah umur seratus tahun, akhirnya dia mempunyai anak Isak yang keturunan akan dilalui.

Tetapi ujian yang paling sulit Abraham menghadapi di dalam Kejadian 22. Tuhan minta dia berkorban Isak dan Abraham setuju. Dia diletak Tuhan lebih dari apa yang dia cinta, dan dia patuh sama Tuhan. Tetapi Tuhan tidak mengizinkan dia mengorbankan Isak dan di akhirnya Abraham dapat domba untuk mengorbankan. Abraham ada iman bahwa Isak akan dibangkit ke hidup lagi setelah dia mengorban dia. Secara figuratif, Isak benar benar dibangkit hidup. 

Kita bisa belajar dari sifat sifat moral Abraham  (iman dalam Tuhan) dan juga bisa berhubung kisah-kisah tentangnya dengan Kristus. Gunung Moriah, gunung yang dia hampir mengorbankan anaknya, akan jadi tempat Kristus mati juga. Tuhan mengorbankan anaknya dan dia bangkit lagi.


Comments

Popular posts from this blog

14 Januari - Tuhan Mengajar Umat-Nya untuk Memuji dan Menyembah

26 November - Tuhan Bersama Yusuf

3 Desember - Tuhan Memberkati Keluarga Yusuf